Selasa, 05 Februari 2013

Suatu kejadian menyadarkanku bahwa tanpa sadar orang melakukan hal yang berbau rasisme.

Contohlah dalam sebuah kasus di hunian kosan di tempatku ketika orang lain yang merasa Superior menyebarkan teror berupa pergunjingan ketika si Anu tanpa sadar melakukan sebuah tindak kekeliruan yang tanpa sadar menyakiti pihak tertentu si Superior tersebut. Sebutlah si Superior ini dari Etnis tertentu yang mengklaim etnisnya paling sopan, paling baik, paling ramah se Indonesia dsb. Padahal kalau lah si Anu itu bukan dari etnis tertentu hal itu tidak akan menjadi luar biasa. sebutlah si Anu itu dari etnis yang menurut persepsinya selama ini adalah kelompok kasar, keras yang banyak melakukan tindak kekerasan.

Ingat kasus Farhat Abbas yang berkicau di twitternya yang menyebut Ahok Cina mendapatkan protes keras. Atau masih banyak contoh contoh lain baik dalam suatu perkumpulan, hunian, atau di komunitas-komunitas yang lain yang tanpa kita sadari  kita telah menjadi pelaku penyebar rasisme tersebut  Kadangkala mereka berdalih hanyalah suatu candaan, tapi apa perlu membawa suatu etnis tertentu.

Aku kira mari kita menjadi pribadi pribadi yang pintar yang tidak menghilangkan rasa persaudaraan karena saat ini Indonesia butuh itu.

Istilah Rasisme sendiri menurut Wikipedia adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu - bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.
Beberapa penulis menggunakan istilah rasisme untuk merujuk pada preferensi terhadap kelompok etnis tertentu sendiri (etnosentrisme).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar